Saturday, 25 October 2014

Computer Pertama Apple Laku Terjual Rp 10 Miliar ( Tugas 7 )



Computer Pertama Apple Laku Terjual Rp 10 Miliar


Rumah lelang Bonham di New York, Amerika Serikat, belum lama ini menggelar pelelangan produk pertama besutan Apple. Adalah Apple-1, computer desktop pertama Apple yang diciptakan pada tahun 1976 silam.

Menurut yang dilansir laman NBC News, Jumat (24/10/2014), Apple-1 laku terjual seharga US$ 905 ribu atau sekitar Rp 10,8 miliar kepada museum Henry Ford. Untuk kedepannya, Apple-1 akan tersimpan dan dipamerkan di museum Henry Ford yang terletak di Michigan, AS.

Awalnya pihak rumah lelang Bonham sempat pesimis dengan harga jual Apple-1. Mereka bahkan hanya memasang target tertinggi senilai US$ 350 ribu hingga US$ 500 ribu. Namun hasilnya di luar dugaan. Pengurus yayasan museum Henry Ford langsung memberikan penawaran tertinggi.

“Kami gembira dapat memecahkan rekor penjualan computer kuno dan bahkan lebih gembira computer itu menuju rumahnya yang baru di museum Henry Ford,” ungkap Cassandra Hatton, salah seorang curator di museum Henry Ford.

Kondisi computer Apple-1 sendiri hingga saat ini masih dalam kondisi baik. Apple-1 yang dileleng tersebut masih dilengkapi dengan motherboard, papan keyboard, monitor Sanyo, pasokan tenaga yang ditempatkan di kotak kayu, serta dua pemutar kaset. Namun fungsinya diragukan masih mampu berjalan dengan baik.

“Apple-1 tidak hanya inovatif, tapi juga merupakan artefak kunci dalam sejarah revolusi digital,” papar Patricia Mooradian, Presiden yayasan Henry Ford.

Apple-1 yang dilelang ini merupakan salah satu dari 50 unit yang dibuat Wozniak pada musim 1976. Saat itu Wozniak merakit seluruh unit Apple-1 di kamar adik perempuan mendiang Steve Jobs.

Sumber : Liputan6

Sunday, 19 October 2014

Android 5.0 Bernama Lollipop. Apa Istimewanya ? ( Tugas 6 )




Android 5.0 Bernama Lollipop. Apa Istimewanya ?


Google akhirnya mengumumkan nama resmi system operasi Android terbarunya, versi 5.0, dengan sebutan “Lollipop”, pada Rabu (15/10/2014). Fitur-fitur baru apa saja yang diperkenalkan oleh Google dalam system operasi mobile barunya ini?

Menurut Google, “Lollipop” dibuat untuk digunakan di dunia yang membutuhkan perangkat berbeda-beda dalam interaksi sehari-hari. “Dengan makin banyaknya perangkat yang terhubung, Anda berharap agar semua perangkat akan saling mendukung, “ demikian tulis Google dalam blog resminya.

Dalam postingan di blog resminya, Google menyebut bahwa pengguna “Lollipop” tetap bisa melanjutkan aktivitas yang ditinggalkan sebelumnya, walau sudah  menggunakan perangkat yang berbeda.

Sebagai contoh, pengguna kini tetap bisa melanjutkan pemutaran lagu dari satu perangkat ke perangkat lain, melihat foto, menjalankan aplikasi, dan bahkan keyword pencarian yang dilakukan dengan perangkat Android.

Dengan demikian, pengguna seolah mendapatkan pengalaman yang sama walau sebenarnya menggunakan perangkat yang berbeda-beda. Pendekatan inilah yang oleh Google disebut dengan “Material Design”.

Tampilan antarmuka Material Design menggunakan desain ikon-ikon yang lebih flat dengan warna dan tipografi yang lebih berani dibanding versi Android sebelumnya. Google juga mengklaim bahwa tampilan antarmuka baru ini lebih responsif terhadap sentuhan dan suara.

Konten-konten yang terdapat dalam perangkat bisa diakses dan dijalankan lebih mudah dan cepat karena lebih responsif, baik terhadap sentuhan maupun suara. Transisi antar-tugas yang sedang dijalankan system juga dijanjikan lebih mulus.

Kelebihan lainnya, “Lollipop” menyediakan penyetelan khusus untuk mengatur notifikasi dari siapa saja yang ingin ditampilkan. Dengan demikian, pengguna hanya akan melihat notifikasi dari kontak yang dikehendaki saja di layar lockscreen.

Daya tahan baterai juga menjadi hal yang diperhatikan oleh Google dalam platform “Lollipop”. Google mengklaim, fitur baru penghemat baterai dalam Lollipop memungkinkan umur baterai perangkat yang saat itu digunakan bisa bertahan 90 menit lebih lama dibanding platform sebelumnya (4,4 “KitKat”).

Terakhir, di sektor keamanan, Google menambahkan fitur baru selain PIN, Password, dan Pattern, yaitu keamanan Smart Lock. Fitur tersebut bekerja dangan cara menjadikan obyek-obyek lain yang dipercaya sebagai “kunci” pembuka smartphone, seperti jam tangan atau mobil.


sumber:Liputan6

Friday, 10 October 2014

Mencari Koneksi WiFi Gratisan? Ini Bisa Menjadi Solusinya. ( Tugas 5 )



Mencari Koneksi WiFi Gratisan? Ini Bisa Menjadi Solusinya.

Siapa yang tidak ingin menikmati koneksi Wi-Fi gratisan? Jika di sekitar Anda banyak hotspot gratisan, buat  apa mengeluarkan uang. Dengan beberapa aplikasi gratis dan tips di bawah ini  Anda dengan mudah dapat menemukan jaringan Wi-Fi ke manapun Anda pergi.

Bagi pengguna Android, Anda bisa menggunakan aplikasi yang dapat menemukan lokasi hotspot  atau WiFi  garatisan dengan bantuan aplikasi bernama FreeZone.  Tak tanggung-tanggung FreeZone mempunyai lebih dari 5 juta database lokasi WiFi di seluruh dunia.

Penggunaannya pun sangat mudah, Anda cukup membuka aplikasi ini dan secara otomatis FreeZone akan mencari lokasi di mana kamu berada menggunakan fitur GPS yang ada di perangkat Android.

Kemudian FreeZone akan langsung menunjukan titik-titik lokasi yang memiliki hotspot melalui peta di Google Maps.

Selain itu Anda juga bisa menggunakan aplikasi Hotspotio. Selain dapat mencari WiFi gratisan, dengan aplikasi ini Anda bisa berbai jaringan Wi-Fi dengan orang lain, termasuk hotspot portable atau hotspot biasa. Dengan Hotspotio Anda juga dapat mengontrol jaringan WiFi dan juga bisa menghapus akses WiFi kapan saja. 



 Sumber :Liputan6