Monday, 6 October 2014

Bahaya Instal Aplikasi di Perangkat Mobile. ( Tugas 4 )



Bahaya Instal Aplikasi di Perangkat Mobile


Smartphone dan tablet semakin banyak digunakan oleh masyarakat dunia sebagai perangkat wajib berkomunikasi. Namun, diam-diam perangkat itu ternyata bisa jadi celah bagi para peretas (hacker) untuk mencuri data pribadi penggunanya.

Celah itu hadir karena pengguna biasa memasukan data pribadi ke berbagai layanan atau aplikasi yang diinstal di perangkat mobile miliknya. Bahkan, tak jarang mereka juga memasukan data perusahaan sebagai file yang disimpan dalam aplikasi di handset-nya.

Sadar ataupun tidak, para pengguna perangkat mobile yang menyimpan data memanfaatkan perangkat mobile miliknya, sebenarnya tahu resiko pencurian data bisa saja terjadi. Akan tetapi kebanyakan  dari mereka tak tahu kalau aplikasi bisa membuat pencurian data yang disimpannya jadi jauh lebih mudah.

Sebuah aplikasi bernama Makkie Klauwe menjadi salah satu bukti provokatif bahwa data rahasia yang dimiliki pengguna perangkat bisa dengan mudah dicuri. Aplikasi itu sendiri dibuat oleh  Bram Fritz, seorang mahasiswa yang memiliki pemikiran ‘memprovokasi diskusi tentang peran data yang terbuka dalam masyarakat’.

Makkie Klauwe memperlihatkan sebenarnya perusahaan pembuat aplikasi bisa dengan mudahnya mengambil data pengguna untuk membuat peta lokasi penduduk berpendapatan tinggi, lampu jalan yang rusak atau wilayah bertingkat kejahatan rendah. Untungnya, seperti dilansir Ubergizmo, aplikasi tersebut tidak pernah dibuat secara terbuka untuk umum.

Meski begitu, berbagai aplikasi yang menunjukan fungsi untuk memudahkan pengguna gadget tak selalu aman. Terlebih lagi data yang disimpan perusahaan pembuat aplikasinya bisa saja dengan mudah dimanfaatkan sebagai ‘ladang emas’ yang menguntungkan perusahaan walaupun harus melanggar privasi pemilik data.

Jadi, sebaiknya tetap berhati-hati dalam menyimpan data di perangkat mobile maupun aplikasi yang berfungsi sebagai lokasi penyimpanan data. Bagaimanapun, data yang dibagi bak pisau bermata dua, mungkin menguntungkan atau merugikan penggunanya.


Sumber : liputan6


Tuesday, 30 September 2014

iOS 8 bermasalah, pemindai sidik jari iPhone bisa ditembus. ( Tugas 3 )



iOS 8 bermasalah, pemindai sidik jari iPhone bisa ditembus

Apple sudah menyelesaikan masalah bug atau kesalahan sistem yang muncul di update iOS 8.0.1 dengan cukup baik lewat patch update iOS 8.0.2. Namun, seorang YouTubers berhasil menemukan kesalahan sistem yang dapat membobol pengamanan pemindai sidik jari iPhone dengan mudah.

Lewat sebuah video yang diunggah pada tanggal 27 September, pemilik akun  EverythingApplePro menunjukan cara mudah mengakali pemindai jari Touch ID dengan menggunakan asisten digital pribadi iPhone, Siri. Cara pembobolan Touch ID ini diklaim dapat dilakukan pada iPhone 5 ke atas yang telah menginstal iOS 8 atau iOS 8.0.2.

Mekanisme pembobolannya pun cukup sederhana. Tetapi, ada syarat yang harus dipenuhi, yakni pengaktifkan fitur “Allow Hey Siri”. Fitur tersebut memungkinkan pengguna bertanya pada Siri meski posisi lockscreen atau Touch ID terpasang.

Apabila “Allow Hey Siri” sudah aktif, pengguna hanya perlu menanyakan sesuatu yang di awali kata ‘Hey Siri’ yang diikuti dengan pertanyaannya. Saat Siri tengah memproses jawaban pertanyaan tersebut, tombol Touch ID harus segera ditekan dan geser layar kekanan. Lalu Anda sudah mendapatkan akses penuh ke iPhone tanpa harus memasukkan password atau sidik jari.

Menurut EverythingApplePro, cara pembobolan seperti ini memiliki peluang kesuksesan yang cukup rendah. Terbukti, dia harus mencoba berulang-ulang sebelum akhirnya bisa menembus sistem keamanan Touch ID. Apple pun nampaknya akan segera berusaha menyelesaikan kesalahan sistem ini. Tentunya perusahaan teknologi Cupertino itu tidak mau citra mereka kembali jatuh dihadapan konsumennya.





Sumber : Merdeka.com









Friday, 26 September 2014

Sistem Bilangan Digital dan Konversi Bilangan

Sistem Bilangan Digital dan Konversi Bilangan

Sistem Digital adalah suatu sistem yang berfungsi untuk mengukur suatu nilai atau besaran yang bersifat tetap atau tidak teratur dalam bentuk diskrit berupa digit digit atau angka angka. Biasanya sebelum mempelajari lebih dalam tentang sistem digital pertama pasti kita akan mempelajari yang namanya Sistem Bilangan. Sistem bilangan memiliki 4 macam yaitu Biner, Oktal, Desimal, HexaDesimal.
1. Biner
Biner merupakan sebuah sistim bilangan yang berbasis dua dan hanya mempunyai 2 buah simbol yaitu 0 dan 1. istem bilangan biner modern ditemukan oleh Gottfried Wilhelm Leibniz pada abad ke-17. Sistem bilangan ini merupakan dasar dari semua sistem bilangan berbasis digital. Dalam penulisan biasanya ditulis seperti berikut 1010012, 10012, 10102, dll.
2. Oktal
Oktal merupakan sebuah sistim bilangan yang berbasis delapan dan memiliki 8 simbol yang berbeda (0,1,2,3,4,5,6,7). Dalam penulisan biasanya ditulis seperti berikut 23078, 23558, 1028, dll.
3. Desimal
Desimal merupakan sebuah sistim bilangan yang berbasis sepuluh dan memiliki 10 simbol yang berbeda (0,1,2,3,4,5,6,7,8,9). Desimal merupakan sistim bilangan yang biasa digunakan manusia dalam kehidupan sehari-hari.
4. HexaDesimal
HexaDesimal merupakan sebuah sistim bilangan yang berbasis 16 dan memiliki 16 simbol yang berbeda (0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B,C,D,E,F). Dalam penulisan biasanya ditulis seperti berikut 2D8616, 12DA16, FA16, dll.
Konversi Bilangan
Konversi Bilangan digunakan untuk mengubah suatu bilangan dari suatu sistim bilangan menjadi bilangan dalam sistim bilangan yang lain.
1.      Biner
a. Biner ke Desimal
Cara mengubah bilangan Biner menjadi bilangan Desimal dengan mengalikan 2n dimana n merupakan posisi bilangan yang dimulai dari angka 0 dan dihitung dari belakang.
Contoh : 1100012 diubah menjadi bilangan Desimal
1100012= ( 1 x 25 ) + ( 1 x 24 ) + ( 0 x 23 ) + ( 0 x 22 ) + ( 0 x 21) + ( 1 x 20 )
= 32 + 16 + 0 + 0 + 0 + 1
= 49
Jadi, 110012 = 49
 
b. Biner ke Oktal
Cara mengubah bilangan Biner menjadi bilangan Oktal dengan mengambil 3 digit bilangan dari kanan.
Contoh : 111100110012 diubah menjadi bilangan Oktal menjadi
11 110 011 001 = 112 = 21 + 20 = 38
= 1102 = 22 + 21 = 68
= 0112 = 21 + 20 = 38
= 0012 = 20 =18
Jadi, 111100110012 = 36318
 
c. Biner ke HexaDesimal
Cara mengubah Biner menjadi bilangan HexaDesimal dengan mengambil 4 digit bilangan dari kanan .
Contoh: 01001111010111002 diubah menjadi bilangan HexaDesimal
0100 1111 0101 1100 = 01002 = 22 = 416
= 11112 = 23 + 22 + 21 + 20 = 15 - F16
= 01012 = 22 + 20 = 516
= 11002 = 23 + 22 = 12 - C16
Jadi, 01001111010111002 = 4F5C16
2.      Oktal
a.  Oktal ke Biner
Cara mengubah bilangan Oktal menjadi Biner dengan menjadikan satu persatu angka bilangan Oktal menjadi bilangan Biner dahulu kemudian di satukan. Untuk bilangan Oktal haruslah memiliki 3 digit bilangan Biner sehingga jika hanya menghasilkan kurang dari 3 digit makan didepannya ditambahkan bilangan 0.
Contoh : 2618 diubah menjadi bilangan Biner
261 = 28 = 0102
= 68 = 1102
= 18 = 0012
Jadi, 2618 = 0101100012
b. Oktal ke Desimal
Cara mengubah bilangan Oktal menjadi bilangan Desimal dengan mengubah bilangan Oktal tersebut menjadi bilangan Biner terlebih dahulu baru kita ubah menjadi bilangan Desimal.
Contoh : 2618 diubah menjadi bilangan Desimal
Langkah 1 : mengubah ke bilangan Biner
261 = 28 = 0102
= 68 = 1102
= 18 = 0012
Jadi, 2618 = 0101100012
Langkah 2 : mengubah bilangan Biner menjadi Desimal
0101100012 = ( 0 x 28 ) + ( 1 x 27 ) + ( 0 x 26 ) + ( 1 x 25 ) + ( 1 x 24 ) + ( 0 x 23 ) + ( 0 x 22 ) + ( 0 x 21 ) + ( 1 x 20 )
= 0 + 128 + 0 + 32 + 16 + 0 + 0 + 0 + 1
= 177
Jadi, 2618 = 177
c. Oktal ke HexaDesimal
Cara mengubah bilangan Oktal menjadi bilangan HexaDesimal dengan mengubah bilangan Oktal tersebut menjadi bilangan Biner terlebih dahulu baru kita ubah menjadi bilangan Desimal. Lalu kita ubah lagi menjadi bilangan HexaDesimal.
Contoh : 2618 diubah menjadi bilangan HexaDesimal
Langkah 1 : mengubah ke bilangan Biner
261 = 28 = 0102
= 68 = 1102
= 18 = 0012
Jadi, 2618 = 0101100012
Langkah 2 : mengubah bilangan Biner menjadi Desimal
0101100012 = ( 0 x 28 ) + ( 1 x 27 ) + ( 0 x 26 ) + ( 1 x 25 ) + ( 1 x 24 ) + ( 0 x 23 ) + ( 0 x 22 ) + ( 0 x 21 ) + ( 1 x 20 )
= 0 + 128 + 0 + 32 + 16 + 0 + 0 + 0 + 1
= 177
Langkah 3 : mengubah bilangan Desimal menjadi HexaDesimal
177 kita bagi dengan 16 - 117:16 = 11 sisa 1
11 : 16 = 0 sisa 11 - B
dibaca dari bawah maka menjadi B1
Jadi 2618 = B116
3.      Desimal
      a.  Desimal ke Biner
Cara mengubah bilangan Desimal menjadi Biner yaitu dengan membagi bilangan Desimal dengan angka 2 dan tulis sisanya mulai dari bawah ke atas.
Contoh : 25 diubah menjadi bilangan Biner
25 : 2 = 12 sisa 1
12 : 2 = 6 sisa 0
6 : 2 = 3 sisa 0
3 : 2 = 1 sisa 1
1 : 2 = 0 sisa 1
maka ditulis 11001
Jadi 25 = 110012
b. Desimal ke Oktal
Cara mengubah bilangan Desimal menjadi Oktal yaitu dengan membagi bilangan Desimal dengan angka 8 dan tulis sisanya mulai dari bawah ke atas.
Contoh : 80 diubah menjadi bilangan Oktal
80 : 8 = 10 sisa 0
10 : 8 = 1 sisa 2
1 : 8 = 0 sisa 1
maka ditulis 120
Jadi 80 = 1208
c. Desimal ke HexaDesimal
Cara mengubah bilangan Desimal menjadi HexaDesimal yaitu dengan membagi bilangan Desimal dengan angka 16 dan tulis sisanya mulai dari bawah ke atas.
Contoh : 275 diubah menjadi bilangan HexaDesimal
275 : 16 = 17 sisa 3
17 : 16 = 1 sisa 1
1 : 16 = 0 sisa 1
maka ditulis 113
Jadi 275 = 11316
4.      HexaDesimal
a. HexaDesimal ke Biner
Cara mengubah bilangan HexaDesimal menjadi Biner dengan menjadikan satu persatu angka bilangan HexaDesimal menjadi bilangan Biner dahulu kemudian di satukan. Untuk bilangan HexaDesimal haruslah memiliki 4 digit bilangan Biner sehingga jika hanya menghasilkan kurang dari 4 digit makan didepannya ditambahkan bilangan 0.
Contoh : 4DA216 diubah menjadi bilangan Biner
4DA2 = 416 = 01002
= D16 = 11012
= A16 = 10102
= 216 = 00102
Jadi 4DA216 = 01001101101000102
b.  HexaDesimal ke Desimal
Cara mengubah bilangan biner menjadi bilangan desimal dengan mengalikan 16n dimana n merupakan posisi bilangan yang dimulai dari angka 0 dan dihitung dari belakang.
Contoh : 3C216 diubah menjadi bilangan Desimal
3C216 = ( 3 x 162 ) + ( C(12) x 161) + ( 2 x 160 )
= 768 + 192 + 2
= 962
Jadi 3C216 = 962
c. HexaDesimal ke Oktal
Cara mengubah bilangan HexaDesimal menjadi bilangan Oktal dengan mngubah bilangan HexaDesimal tersebut menjadi bilangan Desimal terlebih dahulu baru kita ubah menjadi bilangan Oktal.
Contoh : 3C216 diubah menjadi bilangan Oktal
Langkah 1: Mengubah bilangan HexaDesimal menjadi Desimal
3C216 = ( 3 x 162 ) + ( C(12) x 161) + ( 2 x 160 )
= 768 + 192 + 2
= 962
Langkah 2 : Mengubah bilangan Desimal menjadi Oktal
962 : 8 = 120 sisa 2
120 : 8 = 15 sisa 0
15 : 8 = 1 sisa 7
1 : 8 = 0 sisa 1
maka ditulis 1702
Jadi 3C216 = 17028